Dalam beberapa tahun terakhir, banyak produk Indonesia sebenarnya memiliki kualitas yang baik, namun sulit menembus pasar internasional karena tidak mampu membuktikan asal-usul bahan baku dan komitmen keberlanjutan. Kondisi ini menjadikan ISCC PLUS sebagai standar yang semakin dicari oleh industri.
ISCC PLUS (International Sustainability and Carbon Certification PLUS) adalah sistem sertifikasi yang menilai bagaimana bahan baku diperoleh, dikelola, diproses, hingga didistribusikan secara bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan. Sertifikasi ini bersifat lintas sektor dan dapat diterapkan pada berbagai jenis industri.
Mengapa ISCC PLUS Banyak Dicari di Dunia Industri?
ISCC PLUS tidak hanya berfungsi sebagai sertifikat, tetapi juga sebagai alat pembuktian kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan global. Banyak perusahaan multinasional mensyaratkan mitra bisnisnya memiliki sertifikasi ini untuk memastikan rantai pasok mereka bebas dari praktik yang merusak lingkungan.
Beberapa alasan utama ISCC PLUS menjadi kebutuhan industri antara lain:
- Tuntutan konsumen terhadap produk berkelanjutan semakin tinggi
- Regulasi lingkungan global semakin ketat
- Perusahaan dituntut transparan terhadap jejak karbon
- Pasar internasional memprioritaskan pemasok bersertifikasi
Dengan ISCC PLUS, perusahaan memiliki nilai tambah yang kuat di mata pembeli global.
ISCC PLUS sebagai Sistem, Bukan Sekadar Sertifikat
Hal penting yang sering disalahpahami adalah menganggap ISCC PLUS hanya sebagai dokumen formal. Pada kenyataannya, ISCC PLUS adalah sistem manajemen keberlanjutan yang menuntut konsistensi operasional.
Perusahaan harus mampu:
- Menelusuri asal bahan baku secara jelas
- Memastikan bahan baku tidak berasal dari sumber yang merusak lingkungan
- Menerapkan sistem pencatatan yang rapi
- Menjaga konsistensi data antara produksi dan distribusi
Tanpa pemahaman sistematis, sertifikasi ISCC PLUS sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Kesenjangan Pengetahuan dalam Penerapan ISCC PLUS
Banyak perusahaan sebenarnya memiliki niat kuat untuk menerapkan ISCC PLUS, namun terhambat oleh kesenjangan pengetahuan teknis. Beberapa kendala yang sering muncul meliputi:
- Tidak memahami alur sertifikasi ISCC PLUS
- Kesalahan dalam pencatatan mass balance
- Ketidaksesuaian dokumen saat audit
- Kurangnya tim internal yang kompeten
Inilah alasan mengapa pelatihan ISCC PLUS menjadi kebutuhan mendesak sebelum perusahaan melangkah ke tahap sertifikasi.
Pelatihan ISCC PLUS Teenera: Membangun Kompetensi Internal Perusahaan
Pelatihan ISCC PLUS Teenera dirancang untuk membantu perusahaan membangun kompetensi internal, bukan hanya bergantung pada konsultan eksternal. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman yang menyeluruh agar mampu mengelola sistem ISCC PLUS secara mandiri.
Materi pelatihan mencakup:
- Pemahaman menyeluruh standar ISCC PLUS
- Alur penerapan dari hulu ke hilir
- Teknik pengelolaan data dan dokumentasi
- Simulasi kesiapan audit
- Strategi mempertahankan sertifikasi
Pelatihan ini relevan bagi perusahaan yang ingin berkelanjutan secara nyata, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.
Dampak Jangka Panjang Mengikuti Pelatihan ISCC PLUS
Mengikuti Pelatihan ISCC PLUS Teenera memberikan dampak jangka panjang bagi perusahaan, antara lain:
- Meningkatkan kualitas sistem manajemen internal
- Mengurangi risiko kegagalan audit
- Mempercepat proses sertifikasi
- Meningkatkan daya saing di pasar global
- Mendukung target ESG dan Net Zero Emission
Dengan SDM yang terlatih, perusahaan akan lebih siap menghadapi perubahan regulasi dan tuntutan pasar di masa depan.
ISCC PLUS sebagai Pilar Transformasi Industri Berkelanjutan
ISCC PLUS menjadi bagian penting dalam transformasi industri menuju praktik bisnis yang lebih hijau dan bertanggung jawab. Perusahaan yang memahami dan menerapkan standar ini dengan baik akan berada selangkah lebih maju dibandingkan kompetitornya.
Melalui Pelatihan ISCC PLUS Teenera, perusahaan tidak hanya belajar tentang sertifikasi, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan yang kuat dan berkelanjutan.